incremental learning versus transformation
benar juga sih bahwa dua hal ini bisa bertentangan.
hal yang mana kita pilih melakukan upaya transformasi (semacam merombak sekaligus) atau mengupayakan terjadinya pembelajaran yang berkelanjutan, secara terus menerus tapi bertahap.
Pertanyaan penting, mungkinkah kita melaksanakan keduanya.
Dari pihak pemerintah, sering mereka melakukan upaya transformasi, dimana mereka menginginkan perubahan yang cepat dan jelas, yang biasanya melalui program yang bersifat jangka pendek dan diukur dari hasil tes dalam time frame yang singkat.
mari kita lihat contoh di Indonesia.
Data menyatakan bahwa kualitas guru di Indonesia sangat rendah. maka ini harus ditangani melalui sertifikasi dan upgrading level pendidikan guru.
Nah, persoalan yang terjadi adalah:
- Apakah dengan mensertifikasi guru sudah berarti meningkatkan mutu guru?
- Apakah dengan lulusnya guru pada tes portfolio menjamin terjadinya perubahan pembelajaran di kelas secara signifikant?
- Apakah dengan di sekolahkan semua gurunya sehingga mereka memiliki ijzah S1 atau Diploma 4 berarti juga meningkatkan jaminan kualitas guru tersebut.
Perencanaan seharusnya meliputi aspek yang menyeluruh. Misalnya, ketika para guru akan di sekolahkan, apakah sistem pendidikan yang disiapkan bagi para guru sudah memadai. Jangan sampai terjadi perguruan tinggi itu sendiri tidak siap, Jangan sampai terjadi perguruan tinggi tersebut masih menganut pendekatan tradisional yang lebih lebih mengedepankan perkuliahan, informasi satu arah. jangan sampai para dosen yang mengajar juga masih stagnan, yang masih menggunakan teksbook yang sudah tidak relevan dengan dunia modern ini.
Pertanyaan yang sulit untuk dijawab, jika hal ini dipandang lemah, lanas apa yang perlu dilakukan oleh bangsa Indonesia.
Saya punya ide, bahwa saya meminta waktu untuk berkonsultasi dengan Borko, atau dengan Chris dede mengenai hal ini.
Lantas apa dong yang dapat saya lakukan.
Saya juga perlu berkonsultasi dengan pembimbing margaret, Prof yang terkenal tersebut. Saya bisa berangkat dari statement mereka, bahwa di tangan para bapak ibu guru perubahan bisa terjadi.
Hal, yang berat adalah:
Jia saya kritik, maka say seharusnya bisa memberi solusi.
Jika saya mengkaji teori seperti zone theory, teori ini tidak memberi solusi tapi hanya memberi petunjuk umum. Namun bagaimana implementasinya?
Ada banyak hal yang bagus dari dalam skop kecil, tapi jika skop kecil ini dikembangkan, maka hal bagus ini, bisa kemudian menjadi menurun kualitasnya.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home