back to my study
Senin kemarin (25 Feb 08), saya ada meeting dengan Shelley. Tampaknya bahwa yang menjadi masalah utama pada saya adalah Style of my writing.
nah, sejalan dengan nasehat Pak darma dan david, tampaknya, hal yang harus saya lakukan adalah mempelajari style of writing dari artikel yang berhubungan dengan bidang saya dan writing yang gaya menulisnya saya senangi.
nah, sekarang, hal penting juga adalah: menuliskan ide tersebut.
nah sekarang mari saya masuk pada C4 atau C5:
Coba saya mulai dari memikirkan C5 bahwa PD program seharusnya mempertimbangkan individual teacher (treated as an active learner or an adult learner, as a professional, also take into consideration of teachers school or classroom context.)
nah apa yang telah saya lakukan dalam penelitian saya.
Sepertinya ini tidak terlalu terkait dengan kasus Ann.
dari hipotesisi saya sih, saya bilang bahwa kalau menggunakan Internet, maka guru lebih fleksibel karena bisa belajar dalam konteks masing-masing.
Apa temuan saya terkait dengan hal ini?
Apakah saya telah memperlakukan jack sebagai adult learners dan active learner dan apakah saya mempertimbangkan conteks kelasnya?
Nah, dalam menawarkan sesuatu pada Jack, maka saya sangat memperhatikan konteksnya. Misalnya di kelasnya ada 4 komputer dan jarang dipakai, dan ada ICT teknology, maka tawaran saya untuk memakai Internet.
Konteks kelasnya antara lain siswanya yang berbeda-beda, maka saya tawarkan website yang berbeda level. Ini sebenarnya terkait juga dengan student-oriented.
Apakah saya treated jack sebagai adult learner dan profesional?
Yah, bahkan posisi saya sebagai international students yang mana mengkomunikasikan atau take over pengajarannya, menjadi salah satu ruang bagi saya untuk treated dia sebagai profesional.
Alasan saya sebagai educator yang belum pernah menjadi guru primary teacher juga menjadi kesempatan lain untuk menunjukkan bahwa dia memiliki profesi di mana saya patut mempelajarinya.
Jadi posisi semacam bahwa saya akan menjustifikasi dia, menilai dia, mungkin bisa terhindari.
Apalagi dalam hubungan profesional sebagai peer, tidak akan membuat Jack menjadi orang yang serba tidak.
Kegiatan pada Investigasi dimana kami berbagi tugas, tindakan jack menunjukkan apa yang didapatkannya juga adalah hal lain yang menjadi bukti bahwa Jack sesungguhnya lumayan percaya diri.
hanya saja, setelah pelaksanaan penelitian ini, saya menyadari bahwa kata mempertimbangkan individu dan konteks guru bukanlah hal sederhana. Mempunyai hubungan harmonis dengan guru, adanya trust dari guru tampak bukan hal yang sudah cukup.
So what???
Jadi apa sebenarnya yang ingin saya sampaikan pada bagian ini.
- Apakah saya ingin menunjukkan bahwa dengan adanya Internet. self PD yang sesuai dengan individu siswa dan konteks kelas guru dapat dilaksanakan.
- bagaimana saya menunjukkan pada Ann? apakah karena banyaknya pilihaa. Ann senang dengan komunikasi. Ann tidak punya banyak akses Internet di kelas, maka dia lakukan di rumah.
Bagaimana pula dengan kasus jack. Apa sesungguhnya inti pesan yang ngin saya sampaikan pada kasus Jack tersebut?
mampukan saya mengkaitkannya dengan dengan fase-fase yang kami alami bersama Jack.
Di crtical event mana saya menunjukkan bahwa Jack saya perlakukan sebagai learner, sebagai orang dewasa, dan juga mempertimbangkan konteksnya?
Perasaan sih, yang saya tulis ini belum begitu jelas.
Kapan nih saya bisa ketemu dengan SSS. Gimana kalau saya booking hari kamis dan Jumat?

0 Comments:
Post a Comment
<< Home