Lesson from my journey
Badan saya masih sakit tapi reaksi Panadol membuat saya lumayan bertenaga untuk berfikira dan menulis.
Sekarang saya akan coba menjawab pertanyaan tentang apa yang telah saya pelajari dalam perjalanan ini.
- Permasalahan dan disain penelitian ini benar-benar dimotivasi dari semangat bahwa sungguh Internet punya potensi luar biasa sebagai alat pembelajaran. Disain yang saya pilih dengan ethnographic study adalah pilihan yang banyak dipengaruhi oleh kondisi saya, misalnya, saya tidak ingin memberikan suatu training ICT di Inodnesia karena keterbatasan akses Internet di Indonesia saat saya lakukan penelitian ini, di Universitas saya sendiri, akses Internet sangat jarang. Bahkan di Departemen Matematika saat saya meninggalkan Universitas saya, itu tidak ada. Dari lab komputer matematika, hanya ada satu komputer yang terkoneksi dengan Internet dan itu pun sangat jarang diakses dan akesnya lambat. Di rumah saya pernah berlangganan Internet dan saya sering memanfaatkan fasilitas saat itu free pada 1 menit pertama. Dan saya juga biasa ke warnet, yang selalu padat, harga relatif mahal, dan kadang-kadang saya membayar tanpa hasil, karena sulitnya download. Jadi satu keyakinan akan manfaat Internet tapi satu satu kesadaran bahwa bahwa betapa sulitnya Internet.
- Hal lainnya, saya tidak memilih disain untuk mentraining guru-guru di Australia karena saya sendiri masih pada tataran konsep, saya tentunya belum punya pengalaman. Nah karena itu disain yang dimulai dengan meningkatkan expertice saya dengan belajar dari seorang guru yang punya keahlian. Selaku educator di Indonesian dan juga cukup banyak pengalaman menjadi fasilitator diberbagai kegiatan PD di Indonesia, saya amat merasa beruntung dengan penelitian yang saya miliki.
- Kebiasaan saya dalam melakukan penelitian pengembangan, penelitian yang mengajukan disain yang lengkap, membuat saya lumayan kesulitan dalam merubah paradigma penelitian saya.
- Banyak ketidaknyamanan dalam melakukan penelitian antara lain, ketika menghadapi hal yang serba tidak menentu.
- Tantangan yang terbesar juga adalah masalah penulisan. Bukan hanya karena faktor bahasa Inggris saja (yang mana saya lumayan membangun skill ini selama di sini), tapi bahkan dalam bahasa saya sendiri, saya sering tidak mengerti bagaimana bentuk dari tulisan yang seharusnya saya lakukan. Namun dengan fasilitas membaca dari berbagai buku tentang hal ini, membuat proses menjadi lebih terbantu.
- Penelitian saya di lapangan baik di kelas Ann dan Jack memberi kekayaan tersendiri pada diri saya.
- Banyak kesadaran baru yang saya peroleh, apalagi ini adalah kali pertama di mana saya bekerja dengan guru dalam jangka waktu yang lama, berbeda dengan hal yang biasa saya lakukan, yaitu mengobservasi, modeling di kelas, lalu kemudian pergi. Tapi dengan ethnography, saya punya perasaan bahwa saya hidup dikelas itu.
- Dan hal ini ternyata juga masalah yang ringan. Menjadi partisipant observer, mengamati terlalu banyak hal di dalam kelas, mengantar saya berfikir banyak hal. Mengajak diri terfokus hanya pada hal-hal tertentu ternyata bukan juga hal yang ringan.
- Hal yang juga sangat membantu saya memahami persoalan dengan lebih bijak adalah zone theory. Teori ini sangat membantu saya memahai berbagai tantangan yang telah saya jalani, yang saat saya melakukannya, hal itu tidak saya mengerti sebaik pemahaman saya saat ini.
- Penelitian saya di lapangan akan menjadi sangat bermanfaat bagi saya setelah balik ke Indonesia. Pelajaran tentang pentingnya memahami konteks akan membantu saya dalam tindakan di Indonesa, karena tentunya saya pun harus memahami konteks di Indonesia.
- Penelitian ini benar-benar menjadi exercise bagi saya untuk berfikir, menulis dalam bahasa Inggris yang bukan bahasa saya (yang dulunya kualitas tulisan saya mungkin lebih rendah dari lvel kemampuan menulis bahasa Inggris anak SD). Ini adalah suatu kerja keras. Melakukan penelitian di negara lain, bukanlah hal yang mudah bagi saya. Tapi motivasi belajar (kesempatan belajar dari persekolahan di negera maju) menjadi dorongan yang terus menerus.
- Hal lain, karena Internet adalah bahan kajian saya, maka penelitian ini membawa saya semakin memanfaatkan Internet, semakin merasakan manfaat Internet serta juga tantangannya, tantanga, misalnya bagaimana mengevalusi informasi, bagaimana harus fokus dan komitmen pada tujuan akses Internet. karena sungguh, jalan kemana-kemana terbuka lebar.
- Dengan Internet pula, saya mendapatkan kesempatan yang banyak untuk berinterkasi dengan guru-guru di Indonesia, meskipun saya tidak pulang meneliti di Indonesia. Internet memang telah menjadi alat yang amat penting dalam perjalanan saya.
- Apa yang akan saya lakukan setelah selesainya studi ini? Situasi di Indonesia saat ini lagi menggebar-gemborkan teknology. Di sinilah saya harus berposisi bagaimana supaya alat itu dimanfaatkan secara baik, dan bagaimana saya bisa berkontribusi dalam pengambilan kebijakan di masa mendatang.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home