Diary Penelitian PhD

Online diary ini untuk mendokumenkan kegiatan penelitian saya. Maeskipun ide ini terlambat diimplementasikan tetapi saya berharap ini akan bermanfaat dan efektif untuk kerja-kerja penelitian saya selanjutnya

Tuesday, January 22, 2008

Teruslah melangkah

Saya masih sedang berusaha memperjelas ide saya dan berusaha mengungkapkannya secara singkat dan padat.
Salah satu saran Pak Darma, andaikan Saya bertemu seseorang dan bertanya soal yang tulis itu, lalu saya harus jawab hanya dalam waktu 1 menit saja, bagaimana jawaban saya.

Misalkan:
Pertanyaa:
Hei Sitti, saya dengar kamu lagi nulis implikasi penelitianmu di Australia untuk konteks Indonesia, yang berkaitan dengan resources. Bagaimana sih implikasinya?

Jawaban saya: Ceritanya begini. Emang benar sih resources pendidikan Australia itu sangat jauh lebih kaya dari Indonesia, namun bukan berarti kita harus pesimis. Hasil penelitian saya menunjukkan bahwa bukan resources yang menjadi kunci melainkan guru. Kasus dalam penelitian saya bahwa seorang guru yang menurut standar Australia sangat terbatas, tapi pengajarannya sangat kaya, sedangkan seorang guru yang sangat kaya fasilitasnya, justru pengajarannya terbatas dan tidak memanfaatkan resources tsb dengan baik. Ini juga sejalan dengan penelitian-penelitian di negara maju, bahwa peningkatan biaya pada resources tampaknya tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan pada perbaikan pengajaran guru.
Jadi bagi guru di Indonesia, harus berfikir bagaimana memaksimalkan fasilitas yang terbatas tersebut, dan bagi pemerintah yang bertanggungjawab mengadakan fasilitas, jangan hanya menyiapkan fasilitas tsb tapi dana harus juga besar pada PD, untuk membantu guru memanfaatkan fasilitas tersebut secara efektif.

Sekarang apa permasalahannya?
Sekarang sudah jelas bahwa ada 3 inti dari isi tulisan di atas: (1) keterbatasan resources Indonesia jauh terkebelakang dari Australia, (2) Hasil penelitian saya kaitan dengan resources di Austrlia, dan (3) implikasi bagi guru dan pemerintah.
Tapi saya masih susah kan nulisnya apalagi dalam bahasa Inggris yang padat dan jelas serta meyakinkan.

Mari kita tinjau satu persatu ya. Apa yang telah saya cakup dalam draft saya
Topik 1:

  • Pengalaman langsung saya memberi gambar yang sangat jelas perbedaan antara fasilitas pendidikan di Indonesia dan Australia. Karena perbedaan yang sangat jauh, maka saya kaitkan dengan istilah umum yang dipakai oleh orang-orang Indonesia yang studi di UQ dan pamit pulang ke Indonesia.Contoh perbedaan mendasar pada persekolahan: ketersediaan buku, komputer dan koneksi Internet.
  • Gambaran bahwa pemerintah telah dan sedang mengupayakan, termasuk dalam hal penyediaan komputer dan koneksi Internet. Bukti: Info Jardiknas, koran tentang beli komputer.

Topik 2:

  • Temuan penelitian bahwa teknology termasuk Internet itu bukan kunci kesuksesan belajar, melainkan peran guru.
  • Temuan yang lebih spesifik, dengan resources yang terbatas seperti Ann, dia menfasilitasi pembelajaran yang sangat kaya, juga sebaliknya pada Jack, fasilitas lengkap tapi dioptimalkan.
  • Temuan ini relevan dengan temuan yang dilaporkan pada penelitian terdahulu di Australia dan negara-negara lainnya.

Topik 3:

  • Implikasi 1: Guru maupun educator harus memikirkan bagaimana memaksimalkan fasiltas yang telah tersedia.
  • Implikasi 2: Pemerinta seyogyanya tidak hanya menyiapkan fasilitas tapi yang justru lebih penting bagaimana menfasilitasi guru tsb supaya bisa memanfaatkan secara optimal. Dan disinilah diperlukan teacher professional development. Hal ini dibahas pada Implikasi penelitian yang kedua.

Penutup
Sekarang ide Sitti sudah jelas banget, semoga Sitti dimudahkan oleh Allah untuk menuliskan ide-ide di atas dengan jelas. Ingat ada beberapa hal yang Sitti masih perlu kerjakan yaitu (1) mencari sumber-sumber yang mendukung, yaitu di koran-koran, dan (2) penelitian yang terkait.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home