Diary Penelitian PhD

Online diary ini untuk mendokumenkan kegiatan penelitian saya. Maeskipun ide ini terlambat diimplementasikan tetapi saya berharap ini akan bermanfaat dan efektif untuk kerja-kerja penelitian saya selanjutnya

Wednesday, January 16, 2008

Saya butuh tantangan dari luar!

Saya menduga saya diberi banyak potensi tapi belum teroptimalkan. Saya sebenarnya butuh tantangan. Cuman supervisor saya mungkin kurang paham akan hal ini.
Ataukah kini saatnya saya tidak perlu ditantang tapi sayalah yang harus menantang diri saya?

Apa yang kurang dalam lingkungan saya saat ini.
Kurang teman untuk berkomunikasi. Mengapa? karena di sini saya kira semua orang sibuk. Semua sudah diperlengkapi teknologi. Semua bisa bekerja sendiri.
Tapi ternyata, saya butuh teman untuk berbicara. Tapi siapa?

Maka haruskah saya berbicara dengan komputer ini. haruskah saya hanya mengetikkan isi pikiran saya di sini?Berbicara dengan suami tentang hal penelitian kurang menarik karena dia sudah menunjukkan kurang menariknya. Yah sudah. tak ada harapan yang baik untuk bicara dengan dia. Dia maunya saya maju terus dan sukses terus tapi tidak bisa banyak berbuat dalam membangun tesis ini. Saya tidak perlu berharap pada dia karena pengorbanannya dan dukungannya dalam bentuk lain sudah lumayan. Tidak usah pikirin dia kalau soal tesis. Dia sudah tidak memberi harapan positif dalam membicarakan kesulitan saya.

Ada teman cowo yang mau bersedia, cuman, gitulah, saya selalu lebih senang diskusi dengan perempuan. Diskusi dengan cowo apalagi berdua kurang menyenangkan buat saya. Ini sudah bawaan saya sejak kecil yang jarang berteman dengan laki-laki.

Akhirnya apa yang dapat saya kerjakan, yaitu membaca saja. Bacalah sumber-sumber yang selangit itu! Banyak kan. Di sini tak tarbatas bacaan yang ada!
Sungguh sebaliknya dengan lingkungan saya dulu. Kurang membaca. Tidak banyak hal yang perlu saya baca. Saya lebih banyak waktu untuk bersosialisasi dengan orang-rang. Saya tidak ada email, saya tidak ada Internet bahkan komputer.
Yang ada adalah interkasi langsung yang begitu banyak dengan banyak orang yang berbeda.

Kini interaksi saya pun dengan teman-teman pada umumnya hanya lewat telepon, lewat email.

Okelah, apa yang hendak dikata, maka membaca sajalah, menulis sajalah tapi saya kurang bahagia dengan hal ini.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home