Varied Internet capacity
Hal-hal yang perlu saya ungkapkan adalah sbb.
- Pertumbuhan Internet di Indonesia meningkat dalam berapa tahun terakhir?
- Akses Internet di Indonesia jauh lebih terbatas di bandingkan di Australia. Berilah datanya!
- Akses di Indonesia, di samping jumlah yang terbatas, kecepatan akses juga lebih rendah. Berilah datanya!
- Berdasarkan data di Jardiknas, bahwa sejak tahu 2006, telah diupayakan adanya jaringan Internet yang dapat diakses oleh education department in National and district level, also providing an ICT centre in .... kabupaten. There are .......(school Net) di antara ....total sekolah di Indonesia yang terhubung dengan Internet. Dalam dua tahun terakhir, mereka terus melakukan pelatihan pada para kepala sekolah, administrator, representasi guru-guru tentang bagaimana mereka menggunakan komputer, Internet dll.
- Diharapkan bahwa setiap local Goverment turut mendukung pembiayaan infrastruktur, sebagai tampak memberi dukungan secra ajelas dan sebagian kurang. Sebagai contoh, pada satu kabupaten yang saya datangi, salah satu staf ICT mengatakan bahwa kesulitan untuk mendapat dukungan oleh pemerintah daerahnya karena mereka tidak tahu tentang teknology, gaptek, apalgi jika dukungan terhadap sektor pendidikan kurang. Sedangkan pada contoh lain, satu kabupaten sangat mendukung hal ini, bahkan memohon kepada penulis untuk terus dapat mendukung para guruny untuk untuk pemamfaatan teknology sebagai media pembelajaran. Salah satu kegiatan yang ada adalah teleconference dengan fasilitator penulis bersama pakar dari Australia.
- Di sana juga tersedia warnet. Warnet dapat diakses dengan lebih mudah di daerah perkotaan khususnya di kota-kota besar, namun di beberapa kota kabupaten yang saya kunjungi, menemukan warnet pun adalah hal yang amat sulit, ini mungkin di sebabkan bukan hanya kekurangtahuan masyarakt dan belum merasakan manfaat Internet, tapi menurut pengakuan guru, harga yang lumayan mahal.
- Jika penggunaan Internet di ukur dari sejumlah email yang diterima oleh peneliti, maka peneliti sendiri merasakan kemajuan yang semakin pesat terhadap penggunaan Internet oleh para guru. Sejak dua tahun lalu, peneliti telah aktif bergabung dengan komunitas online Indonesia, dan sejak itu, peneliti menyadari bahwa pada umumnya ada representasi guru dari banyak daerah kabupaten atau pun kecamatan yang mengakses Internet, walau pun sebagian mengakui bahwa kadang-kadang mereka hanya punya kesempatan berinternet sekali dalam tiga bulan, yaitu saat mengunjungi kota-kota besar, dan di daerah mereka tidak terdapat Internet. Namun demikin, interaksi peneliti bersama guru-guru di daerah kota, seorang mengakui bahwa diantara puluhan guru yang berada di sekolahnya, hanya dia sendiri yang mengakses Internet di Warnet, meskipun mereka di ajak, mereka belum tertarik. Namun demikian guru tersebut senang mendapatkan informasi yang dioeroleh dari Internet, melalui guru tersebut.
- Hal lain yang saya temukan di lapangan adalah masalah waktu. Seperti kesibukan para guru. Seorang guru mengatakan bahwa dia harus mengajar pagi hingga sore hari, sehingga waktu untuk mengakses Internet adalah pada malam hari, dan harus menuju ke warnet.
- Hal lain juga, adalah pengakuan seorang guru yang mengatakan seperti sudah kecanduan dengan Internet, meskipun Internet tersedia di sekolah mereka, tetapi merasakan lebih nyaman untuk mengakses Internet di warnet. Dia juga membandingkan bahwa akses Internet di hometownnya (lombok) 10 kali lipat dari biaya akses Internet di daerah dia bekerja, yakni di jawa.
Secara umum dapat saya katakan bahwa akses Internet di indonesia terbatas, namun demikian sebagian guru dapat menikmati akses Internet yang gratis di sekolah mereka, dapat mengakses Internet melalui warnet, atau pada terbatas orang dapat mengakses Internet dari rumah, namun dapat dikatakan bahwa tidak lebih dari 1/3 guru di Indonesia yang punya akses terhadap Internet.
Coba saya bertanya di milis sbb:
Teman-teman yang saya hormati,
semoga ada yang bisa membantu saya.
Saya membutuhkan data tentang akses Internet di indonesia, yang berkiatan dengan pertanyaan berikut?
1. Berapa persen kira-kira guru di Indonesia yang mempunyai akses terhadap Internet, atau sudah dapat mengakses Internet. Ini termasuk yang dibantu oleh jardiknas amaupun yang tidak?
2. Bagaimana kualitas akses Internet di sana? Menurut tanggapan para guru, lancarkah, cepatkah, mudahkah?
3. Bagi guru yang sudah bisa mengakses Internet, informasi apa sajakah yang kira-kira diperlukan untuk bisa menjadikan Internet sebagai salah satu alat belajar untuk meningkatkan kualitas pengajarannya.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home