Ujian Sertifikasi Guru
Wednesday, 01 November 2006
Jakarta (Media Indonesia: 01/11/06) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) telah menunjuk sebanyak 20 ribu guru untuk langsung diuji, guna mendapatkan sertifikat pendidik, tanpa harus mengikuti program di lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). Sedangkan tahun depan, Depdiknas telah menargetkan sebanyak 300 guru akan dididik melalui LPTK untuk memperoleh sertifikat pendidik. Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMTK) Depdiknas Fasli Jalal mengatakan, terdapat 1,8 juta guru yang belum memiliki kualifikasi akademis sarjana (S-1), termasuk 40 ribu guru di daerah terpencil. Sedangkan dalam kurun waktu 16 tahun terakhir, sekitar 1.050.000 guru akan memasuki masa pensiun. Jumlah ini harus segera diisi untuk menghindari kekosongan guru. ''Pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama untuk menyekolahkan para guru negeri maupun swasta untuk lulus S-1 di LPTK baik eks IKIP maupun Universitas Terbuka,'' kata Fasli, di Jakarta, kemarin.
What do you think Sit?
Gila juga ya kebijakan penunjukkan guru ini? Gimana kriterianya? Apa pertimbangan logisnya? Sudah dipikirkankan dampaknya? saat keputusan tersebut diambil
Dalam kunjungan saya ke Indonesia selama 3 minggu, saya berinteraksi dengan lumayan banyak guru.
- saya mendengarkan keluhan kecemburuan guru, kekecewaan guru, kekhawatiran guru.
- Saya melihat wajah-wajah yang seolah hanya menjadi korbam kebijakan. menyaksikan beberapa guru yang menyatakan pernyataan2 masuk akal dan cerdas. Bayangkan kata mereka, kami mengajar berpuluh-puluh tahun tanpa arsip prestasi-prestasi akademik, bayangkan kami dari pulau yang jauh, harus menyiapkan berkas dengan cepat sedang untuk menjangkau pulau kami tidak bisa karena ganasnya ombak.
- Saya pun menyaksikan beberapa pihak yang begitu binggun, menghabiskan waktu berpuluh-puluh jam menyusun portfolio.
- Saya menyaksikan beberapa guru datang ke rumah Kakak saya minta bimbingan menyusun portfolio
- Saya berinteraksi dengan beberapa guru yang minta sertifikat kosong dari saya
- Saya menyaksikan semangat para guru untuk mengundang saya sebagai pembicara.
- Saya menerima beberapa telopon pesanan untuk minta waktu saya bicara di seminar. dll. dll
Telinga saya mendengar, kepala dan hati saya membaca fenomena kejanggalan yang terjadi di negeri ini, hati nurani yang bereaksi, tapi belum mampu saya berbuat untuk mereaksi secara positif, selain terus berkomunikasi dengan guru, membantu mereka semampu saya dll.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home