A. Menganalisis kasus Ann dan Jack menggunakan teori 3 zones.
Ketiga zones teori yang dimaksud adalah:
1. Zone of Proximal Development (knoweledge and beliefs)
2. Zone of Free Movement (their context)
3. Zone of Promoted Action (my PD)
Ketika zone ini akan saya gunakan untuk menganalisis 'pembelajaran' Ann menggunakan Internet. Kata pembelajaran ini bermakna luas, yaitu menggunakan Internet untuk belajar dan mengajar, karena saya memposisikan guru di sini sebagai pelajar. Artinya proses mengajar sebenarnya adalah bagian dari proses belajar guru.
Saya juga akan menganalisis proses pembelajaran yang terjadi pada Jack, di mana peneliti adalah salah satu komponen dari 3 zone di atas, yaitu peneliti sebagai Promotor dari action.
Menurut saya, teori ini akan membantu saya untuk memahami proses pembelajaran guru. Teori akan membantu saya memikirkan atau mempertimbangkan tentang hal-hal apa yang dapat dilakukan untuk perbaikan kualitas guru.
Intinya adalah bahwa untuk membantu guru dalam proses perkembangan, kita perlu melihat ketiga faktor, tidak secara sendiri-sendiri, tapi juga termasuk interaksi ketiga hal tersebut.
Sederhananya, bahwa apabila kita ingin meminta guru berubah (ZPA), kita tidak hanya memperhatikan ZPD guru tersebut yang meliputi pengetahuan, pemahaman dan keyakinannya tentang belajar, pengajaran, siswa dll, tapi juga memperhatikan situasi atau kondisi ril guru tersebut, lingkungan guru tersebut, apa yang mungkin terjadi dan apa yang tidak mungkin terjadi.
Mari kita lihat kasus Jack.
Lingkungan tempat Jack mengajar kaya dengan resources. Akses Internet yang cepat tersedia di lingkungannya maupun di rumahnya. Bahkan di sekolahnya tersedia ICT support. Lingkungan orang tua murid pun mendukung, mereka bukan hanya bersedia membayar uang komputer untuk maintance bahkan pengadaan komputer sebagian dari uang sumbangan orang tua, bahkan orang tua banyak yang menyatakan siap untuk membantu dalam proses pembelajaran jika mereka dibutuhkan. Bagi orang-orang luar yang melihat Jack, mungkin akan mengatakan bahwa dia beruntung sekali. Dengan situasi yang demikian, Jack bisa berbuat banyak, dia bisa mendapat resources dari Internet, dia bisa mengajar menggunakan Internet. Tapi kenyataan yang sesungguhnya terjadi adalah bahwa Jack belum negoptimalkan potensi Internet tersebut.
Selanjutnya mari kita cermati pengetahuan Jack dan beliefnya.
Jack adalah guru baru yang baru dua tahun mengajar. Jack masih terbatas mengetahui website-website pembelajaran, semula mengatakan bahwa dia kurang tertarik dengan Internet karena baginya membuang-buang waktu, dan tidak mengetahui banyak website yang berkaitan dengan pembelajaran matematika. Pendekatan pengajaran yang dipunyainya adalah lebih berfokus pada siswa, meskipun dia sering mengatakan bahwa pengajaran tidak sekedar ceramah. Meskipun dia sering mengatakan bahwa saya ingin siswa tidak bosan dengan matematika, tidak benci dengan matematika, tapi pola pengajaran yang saya amati adalah lebih berfokus pada siswa. Pernyataan Jack terhadap kecenderungannya memakai data projector bahwa dia ingin supaya siswa bisa melihat semua website, dduk dan memperhatikannya adalah tanda bahwa dia lebih memikirkan pada bagiaman prosedr yang mudah, tanpa mempertimbangkan lebih dalam bahwa setiap siswa berbeda.
Bukti lain misalnya alasan ketika dia mengatakan bahwa dia tidak menggunakan rotasi karena dia khawatir bahwa lebih sulit meminta siswa kembali pada whole teaching, jadi dia lebih cenderung supaya guru menjelaskan, lalu mereka kembali di bangkunya. Selain itu pernyataan bahwa dengan rotasi maka mengakibatkan kadang-kadang sulit untuk mengatur pengajarannya, bahwa jadi tidak mengajar, yang artinya bahwa ketika orang tua datang membantu, ketika rotasi terjadi, maka pembelajaran tidak terjadi, ini menunjukkan bahwa pengajaran terjadi hanya ketika terjadi presentasi materi pelajaran dari dirinya.
Pandangannya terhadap Internet sebagai alat belajar juga masih terbatas. Ada beberapa pertanyaan yang mengindikasikan bahwa Internet itu hanya sebagai suatu prangkat tambahan, yang tidak harus dipakai. Tanpa ada Internet, pembelajaran bisa jalan dengan baik. Akibat dari pandangan ini, meskipun Internet tersedia di kelas, Jack tidak memberikan kesempatan yang banyak pada siswa untuk menggunakannya . Meskipun alasannya bahwa dia tidak pakai Internet karena dia tidak set kelasnya sebagai rotasi, alasan lainnya menandakan bahwa dia memenag tidak melihat peran Internet untuk memperkaya pembelajaran siswa, yaitu dengan mengatsi siswa menggunakan Internet dan beralasan bahwa hanya dua komputer tersedia, karena dua komputer untuk dia pakai. Dan pernyataan bahwa siswa tampak senang saja belajar tanpa Internet dan tanpa Internet kelihatan lebih simple (tidak menjadikan situasi lebih rumit).
Ada penting juga di sini bahwa ini terkait dengan masalah management, bukan kemampuan management guru adalah komponen dari ZPD Jack.
Sekarang mari kita lihat usaha peneliti membantu Jack untuk berubah.
Ada banyak yang telah dilakukan oleh peneliti dalam membantu Jack untuk berubah. Seperti disebutkan bahwa bahwa peneliti telah menetapkan kerangka kerjanya bahwa peneliti berusaha melihat 5 kriteria, yaitu (ongoing, kolaborative, student oriented, enhancing content pedagogical knowledge, considering the context of the teacher).
Kelima kriteria tersebut sangat saya pertimbangkan secara hati-hati. Berilah contohnya!
Misalnya:
- mengapa saya punya ide tentang menyiapkan website Time pada blog saya? karena saya memikirkan keberagaman siswa, karena saya melihat ada Internet di kelas tersedia dan belum terpakai. Mengapa saya meminta guru guru untuk mengecek website tersebut, karena saya ingin kolaborasi guru, bagaimana dia berperan melihat website yang tepat, dan pada saat yang sama saya berharap terjadi proses pembelajaran guru, misalnya berbagai bentuk yang dapat digunakan untuk memperkaya pembelajaran siswa. Interaksi saya dengan Jack pada episode ini memberikan pemahaman yang lebih jelas bahwa Jack cenderung memandang bahwa siswa akan kesulitan. Ini menjawab sebagian pertanyaan saya mengapa Jack sering mendapat reaksi dari siswa banhwa pertanyaan atau penugasan yang diberikan terlalu mudah.
- Mengapa saya senang sekali ketika Jack mengajak saya meeting pada awal akhir Cawu 2 untuk program Cawu 3? Karena di situlah saya melihat bahwa langkah selanjutnya menjanjikan, dimana Jack dan saya akan lebih intens kolaborasinya. laporan pengamatan saya terhadap pembelajaran di kelas menyebabkan Jack mengatakan bahwa dia senang untuk melaksanakan pengajaran yang bersifat investigatif. Dan itulah kali pertama saya lihat Jack memnafaatkan silabus matematika. Oada saat Cawu pertama, dia berkomentar bahwa silabus itu terlalu komplikated, tapi kali ini dia mau nengok silabus meskipun hanya untuk melihat contoh teman permasalahan. Ini tentu menggembirakan saya karena menurut pemahaman saya dan juga Ann bahwa penggunaan Internet untuk pembelajaran sudah sangat sejalan dengan jiwa silabus yang ada. Pada perjalanan proyek ini, semakin terungkap bahwa pengajaran Jack meekipun bertitel investigasi, masih tetap pada frame yang sama, yaitu berfokus pada siswa. Ide saya untuk mengintegrasikan Internet dalam investigasi ini ternyata tidak bisa berjalan karena adanya perbedaan arah, di satu sisi Jack berharap saya yang terlibat tapi di sisi lain saya yang berharap melibatkan Jack menggunakan Internet.
- Satu hal juga yang cukup mempengaruhi strategi peneliti adalah temuan yang diperoleh dari Ann. Misalnya, bahwa Ann banyak memanfaatkan Internet bukan sekedar mendapatkan informasi, tapi juga berkomunikasi dan berkolaborasi dengan guru atau pakar lainnya. Bukankah PD yang efektif adalah kolaboratif. Saya berusaha mengenalkan komunitas online yang ada. Sebagian masih sebatas pujian dari Jack bagus, sebagian tidak ditanggapi, dan pad akhir penelitian, dia mengatakan bahwa dia lebih senang face to face. Saya berharap bahwa jika dia terlibat dalam komunitas online, maka dia bertanya atau membaca pengalaman guru lain, dan tentunya ini bisa menambah wawasan dia tentang strategi pengajaran pada materi tertentu. Bukankan ini juga enhancing pedagogical knowledge.
- Hal lain lagi, bahwa pengalaman dari Ann bahwa pemahamannya tentang ICT untuk pembelajaran menjadi lebih produktif ketika dia mentor guru lainnya, maka saya provoke agar dia juga bisa menyiapkan workshop bagi yang lain. Ternyata dia melakukan sharing. Rencana semua untuk workshop yang lebih mendalam buat guru di sekolah tersebut bisa berjalan. Hal positig juga terjadi karena website yang diketahuinya dari saya, dia beritahu ke guru yang lain, dan alhasil, guru yang lain menggunakannya, berdasarkan laporannya pada Jack dan laporan Jack pada saya.
Well, jadi pada waktu membahas ZPA, di sinilah temaptnya saya menunukkan upaya yang telah saya lakukan dengan dasar teori, pertimbangan, keahlian.
Selanjutnya, hal yang jauh lebih penting dari ini adalah sejauh mana strategi tersebut membawa perubahan pada Jack? Seberapa berhasilkan? Apakah tantanganya? Apakah hambatannya? dll
Beberapa kesimpulan yang akan saya ambil antara lain:
- Proses interaksi peneliti dengan Jack adalah proses yang membantu peneliti memahami ZPD dari Jack.
- Proses 3 bulan pertama lumayan membantu saya untuk menjadi bagian dari kelas itu, membangun hubungan baik dengan Jack, membuat saya mengenal pola-pola pengajaran yang terjadi pada Jack. Namun demikian proses dalam bulan-bulan tersebut tidak membantu saya memahami pandangan Jack tentang Internet dan pandangan Jack tentang pengajaran dan pembelajaran dengan Internet.
- Memahami ZPD dari seorang guru tidak selalu bisa cepat. Pada proses penelitian yang hampir setahun menunjukkan bahwa kesemua itu teruangkap sedikit demi sedikit.
- Ternyata teori oleh Vygotski tentang zone of proximal developmet, yaitu gap antara apa yang diketahui oleh siswa atau apa yang dia dapat kerjakan secara independen dan sasaran yang ingin dicapai menjadi tidak sederhana. Mengapa, memahami ZPD itu sendiri memerlukan waktu dan cara. Ini berlaku pada setiap diri pelajar, jadi termasuk berlaku pada seorang guru, karena guru kita pandang sebagai pelajar.
Nah apa sih implikasinya, membawa perubahan pada diri guru adlah hal yang tidak sederhana, sama saja bahwa membawa perubahan pada siswa merupakan suatu hal yang tidak sederhana.
Lalu kaitkanlah dengan penelitian Goos yang lainnya.
Kasus Ann, adalah contoh di mana resources lebih terbatas, tapi ternyata pandangan guru itu sendiri sangat mempengaruhi berahsilnya dalam mengoptimalkan Internet sebagai alat pembelajaran.
Kasus Jack, menunjukkan bahwa di tengah resources yang begitu kaya, pandangannya justru menjadi pembatas.
Kaitkan dengan penelitian Goos yang melihat bahwa pada satu kasus guru pada dua konteks yang berbeda menjalani trakyektori learning yang berbeda, yaitu saat dia berada di sekolah yang terbatas resourcesnya, yang siswanya sangat terbiasa dalam belajar oleh guru yang directive, perubahan sulit terjadi. Tetapi pada saat dia berada di sekolah yang lebih kaya, tersedia resources, maka dia dapat mengerjakan banyak hal, namun demikian saat itu, dia terbatas pada bantuan-bantuan dari orang yang yang lebih ahli.
Artinya apa sebenarnya?
Tiga zone itu mempengaruhi pembelajaran guru dan tiga zone itu harus dipertimbangkan?
Jadi dalam memfasilitasi guru, cara yang diperlukan adalah perhatikanlah ZPDnya dan ZFM. ZPA yang ditawarkan harus serasi atau cocok dengan ZPD dan ZFM. Dan kedua faktor yang disebutkan di atas tidaklah seragam bagi setiap guru dan artinya tidak tepatlah jika kita menwarkan satu cara untuk semua guru. Jika itu dilakukan, maka kemungkinan akan gagal.

1 Comments:
After reading this, I think it does make sense. I just need to write my draft in English, then see what my supervisors can help me.
I think, my task should be easy, because I need to discuss the two cases and I actually have done lots of analysis.
Post a Comment
<< Home