Diary Penelitian PhD

Online diary ini untuk mendokumenkan kegiatan penelitian saya. Maeskipun ide ini terlambat diimplementasikan tetapi saya berharap ini akan bermanfaat dan efektif untuk kerja-kerja penelitian saya selanjutnya

Tuesday, May 01, 2007

Pause and Reflect

Sekarang jam 2.06 siang.
Ok, sy terkesan bahwa sejak pagi sy mengurusi urusan organisasi, urusan sosial, e.g. masalah Newsletter (menerima review dan berkomunikasi dg designer), bere-mail pada calon mahasiswa utk menyambut mereka, beremail ke alumni utk mengajak mereka berkontribusi pada masyarakat melalui sharing pengalaman lewat tulisan, e-mail teman utk terlibat dalam farewell, e-mail kaitan dengan korban Aceh dll.
Semuanya saya lakukan, Insya Allah semoga dapat ridha.
Saya sadar bahwa saya lakukan dengan free (artinya tanpa gaji). Jika saya menghitungnya dengan ‘dollar’ tentu saya dapat bayaran dari jam ke jam.

Tapi, saya harus memandangnya dari sisi lain.
Contoh konkrit adalah:
Ini adalah proses belajar. Jika saya ingin belajar di suatu sekolah atau ditempat yg resmi, tentu saya harus membayar sangat mahal untuk setiap proses kuliah dan praktek. Jika sifatnya kuliah, ini pun belum berarti akan mengantarkan saya paham dengan mudah materi-materi yg ada.
Tapi saat ini saya belajar dengan ‘learning by doing’ secara gratis. Kenapa sy terlibat dalam proses belajar ini, karena situasi dan kondisi, di mana saya diamanahi menjadi Presiden dari mahasiswa Indonesia di Universiti of Queensland dan saya melihat ini adalah kesempatan belajar.
Gerak-tidaknya suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh pengurusnya dalam hal ini Presidennya atau pimpinannya. Dan ini adalah pembelajaran leadership, management, dan pelatihan skil berkolaborasi dan berkomunikasi.
Jadi, jangan pernah memandang apa yang kita lakukan tanpa gaji secara eksplisit, adalah sia-sia.
Sungguh semua itu tidak sia-sia. Ini telah saya alami sejak dulu, Saya yakin, bahwa segala apa yang kita lakukan, pasti ada balasan dari Allah. Ini selalu muncul dari diri saya.
Aya ingat, ketika saya terlibat proyek CTL, saya sadar bahwa saya kerja keras. Saya tahu bahwa kadang2 masalah uang jauh dari tidak cukup. Tapi saya dan suami sepaham bahwa kita punya reseki lain. Meskipun kita tidak digaji, tapi kita sehat, anak kita sehat, kita tetap bisa makan.

Pelajaran lain, mempertahankan keantusiasan adalah hal yang sangat perlu. Mempertahankan kinerja baik adalah hal yang esensial. Dan ingan, jangan pernah mengukur semuanya dengan uang. Nilai inilah yang sangat perlu ditanamkan pada anak didik kita. Toh, apa sih tujuan hidup kita.
Bukankah kekuasaan Allah tak terbatas. Coba lihat saja, saya dari keluarga yg tak berada, bersaudara 8 orang, semua sekolah, tidak punya harta. Siapa sih yg bisa menduga bahwa saya akhirnya bisa menikmati sekolah PhD yg begitu mahal. Semua rejeki Allah. Munkin ini adalah buah dari keikhlasan kedua orang tua saya dalam berbuat baik pada sesamanya.
Sama halnya dengan saya. Interkasi kita toh pada sesama manusia. Yang kita lakukan buat sesama kita. Jadi tidak ada ruginya. Tinggal kita perlu menjaga keseimbangannya.
Misalnya, saya emang lagi sibuk saat ini, tapi baru 2 hari lalu saya setor tulisan dan besok saya ada komunikasi dengan supervisor.
Jadi study saya tetap harus jalan.
Pelajaran lain lagi, bahwa belajar PhD seharusnya bukan sebatas menulis tesis. Nilai lebih dari PhD adalah justru pada kemampuan kita melatihkan diri untuk terlibat pada kegiatan2 yang bermanfaat bagi umat, otomatis bermanfaat buat kita.
Sekian.
(30 April 2007)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home