Diary Penelitian PhD

Online diary ini untuk mendokumenkan kegiatan penelitian saya. Maeskipun ide ini terlambat diimplementasikan tetapi saya berharap ini akan bermanfaat dan efektif untuk kerja-kerja penelitian saya selanjutnya

Thursday, November 22, 2007

apa sih makna guru profesional?

Bahwa bagi yang tidak lulus portfolio, maka mereka akan diikutkan dalam pendidikan profesi. Sementara itu, LPTK yang ditugasi hingga saat ini belum tahu rambu-rambunya.
Bisa tidak terbayang bagaimana para tenaga LPTK menghadapi guru dengan latar yang berbeda, baik pengetahuan, emosi dll.
Semoga saja materi yang ditawarkan berbobot dan dosen yang mengajar juga berbobot. Jangan sampai guru-guru ini ada yang lebih berbobot loh dari dosen yang mengajar?

Aapakah kita percaya, setelah pendidikan 30 SKS ini, maka kemudian guru bisa di titel sebagai guru profesional.
Apa sebenarnya guru yang profesional tersebut? menurut versi para politik, para pejabat diknas, para ahli di Indonesia, dan para pakar-pakar Internasional.
Bagaimana mengukur tingkat keprofesionalan seorang guru?

Apakah orang yang seperti saya sudah bisa dikatakan seorang guru yang profesional?

Bagi saya pribadi, profesional itu tidak seharusnya dipandang sebagai suatu titik finish, bahwa kalau pada level ini, kita sudah profesional. Contohnya, saya, kalau diberi tugas mengajar materi khusus dalam matematika. Mungkin saat ini saya belum tahu. Saya belum bisa mengajarkan secara baik. Maka yang akan saya lakukan adalah mempelajari dan berusaha memahami materi tersebut, Di sana ada esensi dari pembelajaran. Kita perlu belajar. Yang kita butuhkan dari guru adalah kemamuan dan kemampuan untuk belajar, di mana pun level mereka. Entah guru baru, guru senior. Yang kita butuhkan adalah terjadinya proses belajar yang terus-menerus dari guru. Nah, bagaiaman supaya mereka mau belajar??? Yah, perlu disiapkan alat dan situasi di mana mereka perlu belajar.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home