Diary Penelitian PhD

Online diary ini untuk mendokumenkan kegiatan penelitian saya. Maeskipun ide ini terlambat diimplementasikan tetapi saya berharap ini akan bermanfaat dan efektif untuk kerja-kerja penelitian saya selanjutnya

Thursday, November 29, 2007

Dokumen e-mail

adakah yang punya pengalaman, mengajar dengan sangat kreatif di tengah-tengah keterbatasan sarana?
Saya pernah menangkap satu perbincangan oleh teman bahwa seorang murid mengakui nilai yang sangat besar dari guru yang mengajarnya di bawah pohon, artinya tidak ada kelas.

Ada juga cerita dari seorang yang menggambarkan bagaimana seorang guru Aborigin (penduduk asli Australia yang relatif hidup terkebelakang) mengajar di luar kelas, memanfaatkan lingkungan yang ada.
Sayang, saya tidak tahu cerita lengkapnya kedua hal di atas.

Ijinkan saya berfikir dan menulis. Andai saja saya berada di sekolah yang begitu terbatas fasilitasnya. Apa yang bia saya lakukan? saya tidak punya spidol berwarna, kertas-kertas berwarna, tidak ada komputer, tempat duduk pun sulit.
Saya tidak boleh pesimis! Saya harus berfikir cara-cara untuk membantu siswa saya berfikir. Alhamdulillah mereka punya pulpen dan kertas dan mereka berada di lingkungan dunia nyata.
Mereka punya mata, telinga, penglihatan, pendengaran, dan yang jauh lebih penting lagi, mereka punya otak.
Pertama saya harus tetap mengingat bahwa yang diperlukan siswa saya adalah keterampilan berfikir, berkomunikasi, bekerjasama, memecahkan masalah, mengambil keputusan yang tepat, mengahargai pendapat, pemahaman konsep matematika
Ok, saya ambil contoh sederhana: saya ingin mengajarkan konsep pecahan yaitu 1/2
1. saya akan minta siswa saya membicarakan dengan teman kelompoknya apa yang dimaksu dengan setengah.
2. Saya akan mendenagrkan baik-baik, berkeliling dan berkeliling, pokoknya saya harus tahu apa sih yang diketahui siswa saya dengan konsep setengah
- apakah dia hanya sebatas tahu setengah dari biskuit?
- apakah dia tahu tahu setengah dari dari 10 daun
- apakah dia tahu setengah dari uang Rp 1000,-
- apakah dia tahu setengah dari satu liter air
- apakah jika saya beri selembar kertas, dia dapat menunjukkan 5 cara yang berbeda untuk menunjukkan 1/2 dari lembar kertas itu? Dan bagaimana mereka harus menunjukkan kepada saya bahwa potongan kertas tersebut setengah?
- apakah dia tahu tentang arti pentingnya setengah dalam kehidupan mereka.
Semua pertanyaan ini akan saya upayakan muncul pada diri siswa.
Pemahaman dia tentang hal ini akan saya antar menuju yang lebih tinggi yang "setengah dari setengah

akan saya ajak dia menemukan sendiri mengapa 1/2 + 1/4 = 3/4
Saya akan pakai kertas-kertas bekas jika ada
atau
saya akan pakai kain-kain bekas jika ada
atau mungkin saya akan gunakan daun kelapa kering yang ada di dekat rumah saya.

Apa lagi konsep matematika yang lain: Sudut?
Wah, ini banyak faktanya, sudut ruang, sudut yang bermacam-macam pada daun, jari-jari tangan dll.
Sudut adalah abstrak. Dia adalah benda pikir yang tidak pernah kita temukan dipasar. Semua benda nyata itu hanya menjadi alat bantu untuk memahami konsep matematika.

Membangun keterampilan berkomunikasi dan kerjasama tidak harus membutuhkan banyak alat. Selama panca indra siswa saya lengkap, saya seharusnya bisa menjadi fasilitator untuk itu?

Akhir dari perenungan singkat ini:
bagi para guru, bisakah kita berfikir dan berbagi ide tentang apa yang dapat kita lakukan untuk memperkaya pembelajaran anak dalam situasi nyata yang kita hadapi????
Pada saat yang sama, pihak yang berkompeten harus terus berjuang untuk menyiapkan fasilitas belajar yang memadai bagi guru dan siswa kita!!!!

Salam hormat
Sitti Maesuri

===
----- Original Message ----From: Khusnul Fauron Fauron To: guru-tendik@ yahoogroups. comSent: Wednesday, 28 November, 2007 4:07:48 PMSubject: Balasan: Re: [guru-tendik] disiplin kbm guru di kelas
Maunya sih seperti itu tapi apa daya sarana dan prasarana yang menjadi kendala, tak apa kalau kita coba !sitti maesuri <s_maesuri@yahoo. com.au> wrote:

tapi ada juga kan guru yang rajin tapi TIDAK bermutu pengajarannya dan TIDAK membuat siswanya belajardan juga barangkali ada guru yang jarang datang di kelas karena tugas penting lainnya, tapi karena pemahaman yang baik tentang pengajaran dan isi pengajarannya membuat siswa harus belajar sungguh-sungguh. Mungkin karena tugas proyek yang diberikannya sangat menarik bagi siswa.Semua ini serba kemungkinan ya.yang paling bagus jika gurunya rajin dan ada perubahan yang berarti pada siswanya. Misalnya:Siswanya semakin rajin, siswa yang sukanya diam jadi rajin bertanya atau berpendapatSiswa yang semakin mau mandiri belajar, tanpa harus di suruh mau saja belajarSemakin banyak siswa yang suka bertanya, tidak puas dengan yang sebatas disampaikan oleh gurunya.Sudah semakin terampil bekerja samaSudah semakin menghargai pendapat temanMau menjadi pendengar yang baikdll dll.

----- Original Message ----From: igbbhaktiyasa <igbbhaktiyasa@ yahoo.co. id>To: guru-tendik@ yahoogroups. comSent: Monday, 26 November, 2007 5:00:59 PMSubject: [guru-tendik] disiplin kbm guru di kelas

bagaimana seorang guru meningkatkan prestasi materi yang diberikan kepada siswa tergantung dari bagaimana guru itu dalam kehadiran dikelas sebagai kedisiplinan individu

0 Comments:

Post a Comment

<< Home