Diary Penelitian PhD

Online diary ini untuk mendokumenkan kegiatan penelitian saya. Maeskipun ide ini terlambat diimplementasikan tetapi saya berharap ini akan bermanfaat dan efektif untuk kerja-kerja penelitian saya selanjutnya

Tuesday, February 05, 2008

jujur sajalah

Marilah saya coba lihat persoalan komunikasi di Indonesia.

Komunikasi di Indonesia amat mahal. Demikian juga transportasi. Sebagai akibatnya, komunikasi lebih lanjut antar guru di ditempat yang berbeda lumayan sulit.

Informasi pendidikan juga sering tidak merata apalagi karena sistem centralisasi yang baru-baru saja berubah ke desentralisasi.
Sumber informasi yang selama ini efektif dan paling banyak dimiliki oleh masyarakat adalah televisi.

Dengan adanya Internet, ini amat membuka peluang besar bagi masyarakat Indonesia. Adanya email bisa merupakan suatu keajaiban untuk dapat berkomunikasi dengan orang yang jaraknya jauh, dan dengan sangat cepat. Meskipun harga mengakses Internet terhitung mahal tapi dibandingkan dengan alat komunikasi lain misalnya telepon masih jauh lebih mahal.

Karena penelitian ini terkait dengan guru, maka pertanyaanya, seberapa banyak guru yang telah menggunakan email?
Meskipun tidak ada data tentang jumlahnya, tapi berdasarkan pengamatan saya bahwa jumlahnya semakin meningkat. Dua contoh yang sangat jelas misalnya: jardiknas dan tendik. Jumlah subscriber sangat banyak hanya dalam waktu yang singkat. Meskipun data tentang sejauh mana mereka telah memanfaatkan email, namun intinya bahwa telah semakin banyak guru terhubung dengan Internet.

Apakah email memang penting bagi para guru? Kenyataannya adalah kebanyakan guru tidak melihat pentingnya email. Tidak merasakan kemanfaatan email. Tidak merasa membutuhkan email.

Apakah perlu untuk kita kenalkan para guru tersebut pada email?????
Alasan yang umum muncul adalah, bahwa para siswa sudah mengenal Internet dengan baik, masa sih gurunya tidak ngerti Internet. Masa sih email saja tidak punya.

Rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia secara umum, akan pentingnya Internet telah disinyalir dalam berbagai paper {contohnya ....}

Back to the point, apakah email begitu penting? Jika melihat kasus pada Ann, komunikasi email amat berharga baginya.
Bagi Jack, secara jujur dikatakannya bahwa tidak cukup waktu untuk membaca email. Bukan hanya Jack, beberapa teman Jack juga mengakui bahwa menghindari untuk banyak membuka email, jika perlu hanya sekali dalam sehari. Kita bisa membayangkan bahwa untuk guru yang begitu menyatakan dirinya sangat terbatas dengan waktu, dan dengan adanya komunikasi email, bisa menambah permasalahan pada dirinya, sehingga bisa mempertanyakan sebera pentingkah email tersebut. Di negara maju sendiri, kadang-kadang hal ini kurang disukainya, dan mereka lebih cenderung untuk menggunakan non email medium.

Namun di sisi lain, email amat sangat bermanfaat. bagi para guru yang mempunyai rasa ingin tahu banyak, maka email menjadi alat ampuh, memungkinkan mereka untuk bertanya tanpa dibatasi oleh ruang kelas. Juga bagi guru yang merasa stres dan frustrasi, dengan email mereka bisa share penderitaanya.

Apa poin penting yang perlu dipetik di sini?
Intinya adalah email dapat terasa manfaatnya bagi sebagian guru, tapi tidak untuk sebagian lainnya.

Apakah sebenarnya motivasi saya menulis bagian ini? Apa pesan penting yang ingin saya sampaikan di sini?

Secara khusus saya tulis satu topik tentang : Internet for communication and collaboration.
Why?

Apakah saya melihat ada nilai tersediri di sana?
Apakah saya melihat ada hal yang sangat istimewa dari ini?
Apakah saya melihat ada space penting di sana untuk perbaikan pendidikan di Indonesia.
Saya kira pertanyaan terakhir inilah yang amat mendasar.

Saya kira, di sinilah fokus pembicaraan kita bahwa Internet, dengan potensi komunikasi dan kolaborasinya, membuka peluang besar untuk perbaikan kualitas pendidikan Indonesia. Sebagai alat untuk teachers PD!!!

Nah, apa yang diperlukan dalam penulisan ini???
Tentulah ide-ide segar atau paling tida ide-ide yang sangat meyakinkan untuk diterapkan di Indonesia kaitan dengan penggunaan email tersebut.
Dan ingat, untuk memberikan ide yang bersifat meyakinkan, di sinilah saya butuh menunjukkan secara rasional, yakni adanya pertimbangan dari temuan penelitian saya dan juga mempertimbangkan konteks Indonesia.

Konteks apa tuh yang harus dipertimbangkan???

  1. Tentang sejauh mana sih guru telah menggunakan email, dengan kata lain, seberapa banyak?
  2. Apa saja yang dikomunikasikan, atau bagaimana pola komunikasi tersebut? Adakah hal yang esensial untuk perbaikan pendidikan di Indonesia?
  3. Alat komunikasi lain yang berkembang adalah blog. Nah berlah pembaca wacana ini. Seberapa banyak guru menggunakan dan apa sih karakteristik yang umum yang telah saya dapatkan pada blog mereka. Ada yang menarik di sini, adalah jika kebanyakan waktu memblog dan mengurangi waktu untuk konsentrasi pada perbaikan pengajaran. Oleh karenanya, harus dikaji jenis-jenis blog yang bisa memperbaiki pembelajaran.

Nah setelah itu, saya bisa memikirkan implikasinya dong.

Sampai tahapan ini, tampaknya saya masih belum cukup bahan untuk menulis. Tapi jangan khawatir!!! Tulisan yang lalu juga begitu. Yakinlah, dengan terus mengerjakannya, maka saya akan sampai di sana. Proses klarifikasi idea tidak akan sia-sia.

Sebenarnya saya tahu ada beberapa yang perlu saya cek:

  • milis jardiknas
  • milis tendik
  • milis dikbud
  • personal email
  • my yahoo groups
  • Philip's website
  • portal guru
  • UT

0 Comments:

Post a Comment

<< Home