Diary Penelitian PhD

Online diary ini untuk mendokumenkan kegiatan penelitian saya. Maeskipun ide ini terlambat diimplementasikan tetapi saya berharap ini akan bermanfaat dan efektif untuk kerja-kerja penelitian saya selanjutnya

Tuesday, February 05, 2008

Ini sedikit hasil dari nulis

Tanggapan Pak Drama sebelum membaca tulisan saya:

Ya, dengan senang hati kita ngobrol tentang nulis di media.
Kita bisa ngopi
Kamis, kalau bisa, semoga Pak Ihsan nggak padat acaranya.

Kok tak
ada attachmentnya?

Koran sekarang biasanya hanya mau muat tulisan
sekitar 7000 karakters, tak mau panjang-panjang, kecuali penulisnya sudah
ber-NAMA. Ukuran koran sudah mengecil, ruang kian terbatas, publik juga tak
punya waktu baca artikel panjang. Thesis pun kena fashion ini, kian mini. Tapi,
kiranya ini tak ada hubungannya dengan pakaian mini kecuali kebetulan saja
massanya.

salam

dp



Tanggapan setelah baca tulisan saya:
Mbak Sitti
Tulisannya bagus sekali, pendek, dan jitu. Kalau saya jadi
redaktur, pasti langsung saya muat. Isinya menarik, radikal, mencoba menawarkan
opini antiklimaks dari wacana korupsi yang buntu.

Perlu hanya
sedikit perbaikan, tulisan ini bisa dikirim ke Jawa Pos, karena isinya mengutip
koran itu. Saran perbaikan bisa kita bicarakan saat ngopi. Tapi, dua hal yang
sederhana yg bisa direvisi dgn cepat adalah:

1. alinea sebaiknya
antara 5-7 baris, kalau lebih, dipecah saja.
2. hindari pakai kata 'penulis'
(Penulis merasa tidak mempunyai harapan lagi ...), diganti dengan bentuk
'pasif', misalnya " Tampaknya tidak ada harapan lagi......).

Saya
yakin Jawa Pos akan memuat ini karena (1) isi artikel bagus, (2) penulisnya
kualified, PhD luar negeri, (3) ada kaitannya dgn insitutsi di Surabaya, dan (4)
pertimbangan gender. Pengelola media senang melihat lebih banyak tampilnya
penulis wanita, suara wanita. Anita Lie, misalnya, selalu mendapat tempat
yg baik di Kompas.

salam
dp

0 Comments:

Post a Comment

<< Home