Diary Penelitian PhD

Online diary ini untuk mendokumenkan kegiatan penelitian saya. Maeskipun ide ini terlambat diimplementasikan tetapi saya berharap ini akan bermanfaat dan efektif untuk kerja-kerja penelitian saya selanjutnya

Saturday, February 09, 2008

Clarify ideas-Internet and effective PD

Main argument for this sections:
Ann uses the Internet for effective professional development. The Internet has allowed her to conduct her ongoing PD, which is very effective for her. But Jack has not used yet the internet for effective PD

Then I am going to focus on each characteristic of effective PD. I am going to reflect my premises about how the Internet might be used as a tool to achieve effective PD, in the light of two cases.

C1: Ongoing
Salah satu dari kehebatan Internet yang sering ditulis di berbagai tulisan dan sering diretorikakan oleh pihak yang mempromosikan Internet adalah kemampuan Internet untuk melayani kebutuhan para penggunanya di manapun mereka berada dan kapan pun mereka butuh. Asynchronous & synchronous keduanya memberikan pilihan, apakah mau berinteraksi saat itu juga atau atau tidak langsung tergantung kesempatan kita. Bahkan Internet ditawarkan sebagai pilihan solusi atas kelemahan PD yang selama ini yang tidak bisa ongoing, karena terpisahnya oleh jarak dan waktu antara expert dan dan peserta training misalnya. Apalagi jika tidak ada sumber-sumber. Dengan Internet pun, karena memungkinkan untuk mengakses berbagai sumber pembelajaran, maka guru dapat terus belajar. Dan bukankah ini suatu hal yang esensial dari suatu PD, yaitu pembelajaran yang terjadi terus menerus.
penelitian A menunjukkan bagaimana email dilakukan untuk support guru, penelitian B sudah memperlihatkan bagaimana manfaat yang diperoleh oleh si ini karena dapat support. Nah bagaimana dengan study ini?

Ann telah menunjukkan bahwa Ann mampu mengambil manfaat dari Internet. Dia bisa meneruskan pembelajarannya, bisa bertanya saat dia tidak tahu, bisa chatting bersama guru-guru lain. Dia benar-benar melihat sebagai alat yang memungkinkan dia melaksanakan self regulated learning karenanya. Tidak ikut workshop bisa belajar, kalau ikut workshop dia bisa melanjutkannya di rumah.

Nah bagaimana dengan Jack.
Ada dua layer yang akan saya bicarakan di sini. Pertama, bagaimana jack menngunakan Internet untuk ongoing pembelajarannya?
Kedua, karena saya memberikan support pada Jack dengan kata lain create suatu PD program dengan pendekatan Internet, maka saya juga memertimbangkan kriteria ini sebagai upaya untuk menyiapkan suatu PD yang efektif.

Untuk yang pertama, saya selalu berefleksi bahwa jika penelitian ini mampu membawa jack pada titik dimana dia melihat potensi Internet, maka saya berharap bahwa dia akan bisa seperti Ann. Dan tentu hal ini diluar jangkauan penelitian yang terbatas ini.
Yang kedua, adalah bahwa program penelitian saya bekerja dengan Jack, mensupportnya bagaimana bisa memanfaatkan hal ini, lalu kemudian saya berencana untuk meninggalkan kelas Jack, tapi melanjutkan kerja kami meski hanya melalui email. nah yang kemudian yang terjadi?

Ternyata tidak terjadi sesuai harapan.
Dia tidak bertanya, dia tidak komentari. Mengapa demikian.
Penelitian terdahulu juga mendapatkan isu yang sama. Menjawab email bukan sesuatu yang seperti face to face, bahwa kita bisa langsung bertanya dan langsung mendapat respons [ref]. Penelitian ini [ref] menunjukkan bahwa suatu tantangan tersendiri untuk mengajak guru untuk mengemail.
C2. Kolaborasi
yang terjadi pada Ann, dia memnfaatkan Internet sebagai alat kolaborasi, dan dengan demikian proses pembelajaran terjadi. Saya kira bukan hanya kolaborasi antara dia dengan guru lain, tapi juga kolaborasi dia antara siswa, salah satu contohnya yaitu ketika anak tersebut mendapatkan website yang bagus, yaitu pilihannya.
Mungkin saya bisa bertanya pada Ann tentang hal ini.

Nah bagaimana dengan jack. Dia sini juga dua hal, bahwa bagaimana jack bisa menggunakan Internet dengan berkolaborasi dengan guru lain. Ada beberapa konsep di kepala saya, yaitu mencari kesempatan untuk menghubungkan dengan guru lain, sehingga bisa terjalin. Saya ingin menghubungkan dengan Ann, Kesempatan itu kurang saya dapatkan. Ada salah satu jalan menuju ke sana, yaitu apabila terwujud blognya maka saya akan menghubungi para blogger pendidikan.
hal yang kedua adalah tujuan saya agar tercapai effective PD, salah satu syarat terjadinya kolaborasi antara jack dan saya.

Kolaborasi ini terjadi hampir di semua bagian penelitian ini namun dengan level kualitas yang berbeda-beda.
Dengan kolaborasinyalah, maka saya dibolehkan datang saja di kelasnya. Dengan kolaborasinyalah maka saya dipersilahkan melihat bagaimana dia mewawancarainya. Dia menunjukkan program pengajarannya. Dia menyatakan "I love to collaborate with you". dan dia mengajak saya untuk mengerjakan proyek investigasi. Namun demikian, pada point-point tertentu di mana saya punya harapan kolaborasi yang intens tapi tidak terwujud.
Saya pun kolaboratif dengan menyediakan waktu apa saja untuk berperan dalam kelas, memeriksa tes, mengatur perlengkapan kelas, menyiapkan sumber-sumber belajar.
Kolaborasi langsung ini terwujud.

bagaimana dengan kolaborasi yang menggunakan pendekatan Internet. Saya mengirim bahan pelajaran lewat Internet, membuat blog untuk dia, email dia, kadang-kadang itu tak ada balasan. saa bermaksud untuk melanjutkan proyek tanpa saya ada dikelas, tapi itu terjadi, Saya ingin tanggapan tentang bahan-bahan tapi itu tidak terwujud. nah inilah contoh level kolaborasi yang yang tidak berjalan. Mengapa demikian.
mari kita lihat definisi dari kolaborasi yang ada........
mari kita lihat penelitian yang berkaitan dengan kolaborasi, aspek yang berhasil adalah ..... karena ......
Aspek yang tidak berhasil adalah ..... dan faktornya adalah .......
Apa artinya pada penggunaan dengan Internet. Apa arti tawaran bahwa Internet memungkinkan kolaborasi?

Kembali pada kuncinya ada pada guru. nah, yang menjadi pertanyaan lebih lanjut bagaimana cara kita bisa menginvolve para guru untuk bisa terwujud kolaborasi yang difasilitasi oleh Internet.
Kolaborasi. sejauh mana guru mau berkolaborasi dan mampu berkolaborasi, tentunya sangat dipengaruhi oleh konteksnya. dan hal konteks akan dibicarakan pada bagian lain.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home