Menulis Draft Paper EARCOME 4
Setelah menganalisis rasa malas pada posting sebelumnya, saya mulai menulis paper untuk konferensi EARCOME di Malasyia. Akhirnya draft yg sangat kasar telah saya selesaikan hari ini.
Hal apa sebenarnya yg ingin saya sampaikan dalam paper singkat ini?
Let me re brainstorm my ideas now.
- Hal yg paling utama adalah meskipun Internet telah diakui kemanfaatannya untuk mendukung proses belajar dan mengajar matematika, kenyataannya dapat saja sangat berbeda atau jauh dari yang diharapkan.
- Meskipun Internet atau komputer telah tersedia di kelas, tetapi pemanfaatannya sangat tergantung pada guru di kelas, apakah dia mau dan mampu memanfaatkannnya.
- Penelitian saya pada Jack 'si guru pemula' bermaksud untuk mendukung dia supaya sedapat mungkin dapat melihat potensi Internet sebagai alat belajar dan pengajaran matematika. Penelitian saya dengan Jack telah saya persiapkan dalam beberapa tahap, mulai dari mereview literature tentang penggunaan Internet untuk pengajaran dan pembelajaran, melakukan penelitian dengan seorang guru ahli, melakukan persiapan intensif seperti ICT tutorial, mengekplorasi potensi pendidikan matematika dari Internet, mengorganisisr website2 yg berkaitan dengan teacher professional development dan maths teaching resources, hingga pada bekerja voluntarily di kelas Jack sebelum penelitian saya dimulai secara formal di kelas Jack.
- Lalu apa yg terjadi? Apa hasilnya? Dapatkah saya katakan bahwa upaya-upaya yg telah saya lakukan berhasil dengan baik? Apa buktinya? atau saya justru akan mengatakan bahwa saya tidak berhasil? Mengapa tidak berhasil?
- Mungkin lebih tepat untuk saya katakan bahwa ada hal yang positif (punya prospek masa depan) dan ada faktor penghambat yang perlu diselesaikan masalahnya atau perlu diteliti lebih lanjut.
Data apa sih yang menonjol dan sangat menarik untuk digaris bawahi.
- Menggunakan pendekatan ethnography dimana saya menggunakan waktu yang banyak di dalam kelas dan berusaha menjadi bagian dari kelas tsb memungkinkan saya mengetahui faktor-faktor penghambatnya, membantu saya memahami kompleksitas dari sebuah kelas; membantu saya untuk melihat proses pembelajaran siswa dan proses pengajaran guru. Dengan demikian, penelitian saya tidak terisolasi hanya pada satu aspek tanpa memperhatikan aspek-aspek lain.
- Namun demikian, keterbatasan yang menonjol adalah bahwa pada kasus Jack, saya mengalami kesulitan untuk mendapatkan sebuah ruang gerak dimana saya punya kesempatan untuk mempromosikan penggunaan Internet sebagai alat belajar. Dan hal ini tentu sangat terkait dengan pandangan guru ttg peran Internet itu sendiri.
- Ketika si Jack melihat bahwa Internet tidak tepat sesuai dengan program mengajarnya dan ketika dia mempertimbangkan bahwa Internet hanya empat, maka ini mengakibatkan dia mengambil sikap untuk tidak memprioritaskan mengetahui lebih lanjut.
- Saya harus mengatakan bahwa sikap guru terhadap Internet, filsafat ttg pengajaran dan pembelajaran amata sangat mempengaruhi sikap dan perilaku Jack dalam kelas.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home